Jumat, 14 Februari 2014

Sejarah Singkat Juventus

Sejarah Singkat


Juventus 
 
Berdiri: 1897
Alamat: C.so Galileo Ferraris, 32 - 10128 Italy
Telepon: +39 899-999-897
Faksimile: + 39 011-5119214
Surat Elektronik: customcare@juventus.com
Laman Resmi: http://www.juventus.com
Ketua: Andrea Agnelli
Direktur: Fabio Paratici
Stadion: Juventus Stadium - Torino
Sejarah Singkat
Pertama didirikan oleh murid-murid sekolah Massimo D'Azeglio Lyceum di Turin pada 1897, Juventus memiliki nama awal Sport Club Juventus. Baru dua tahun kemudian berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus.

Namun di tahun 1906, Juventus sudah mengalami perpecahan. Beberapa staff memutuskan meninggalkan Juventus yang kemudian diikuti oleh presiden Alfredo Dick yang kemudian mendirikan klub baru berjuluk FBC Torino.

Merujuk pada sejarah, Juventus adalah klub Italia tersukses. Total 40 tropi dikoleksi dan Juventus adalah salah satu klub terbaik di dunia, dengan mengumpulkan 11 tropi internasional, yaitu rekor sembilan titel kompetisi UEFA dan dua gelar dunia, yang menjadikan mereka sebagai tim ketiga yang paling sering menang di Eropa dan keenam di dunia untuk kompetisi internasional antarklub.

Juventus juga memegang rekor terbanyak di Serie A Italia sebagai tim peraih juara terbanyak dengan 27 gelar dan memegang rekor juara secara berturut-turut, yaitu dari musim 1930/31 hingga 1934/35. Juventus juga memenangi Coppa Italia sebanyak sembilan kali dan sampai saat ini masih memegang rekor kemenangan secara keseluruhan.

Sejarah Menarik antara Juventus Vs Inter Milan

6 Sejarah Menarik Derby d’Italia

Tidak satu kota tapi disebut derby. Duel Juventus kontra Internazionale merupakan salah satu derby terpanas di Italia selain derby di kota Roma, Turin, Milan, Genoa, dan Sicilia.
Juventus, yang merupakan klub sepakbola tertua ketiga di Italia, lahir hampir 10 tahun lebih dulu daripada Inter. Adapun Inter dibentuk pada tahun 1908, setelah para pendirinya “bercerai” dengan AC Milan karena tidak puas lantaran kala itu Rossoneri terlalu didominasi pemain lokal.
Walaupun pertemuan Juve-Inter sudah berlangsung sejak 1910, tapi rivalitas mereka baru panas enam dekade kemudian, hingga kini. Berikut ini enam catatan menarik terkait Derby d’Italia, yang disarikan detiksport dari sejumlah sumber:

1. Sebutan Derby d’Italia

Istilah Derby d’Italia pertama kali dimunculkan oleh seorang wartawan olahraga terkemuka di Italia bernama Gianni Brera, di tahun 1967.
Sampai saat itu Juventus dan Italia dipandang merupakan representasi sepakbola Italia karena tersukses di kompetisi domestik. Sampai musim 1965/1966, Juve telah mengumpulkan 12 titel Serie A, sedangkan Inter 10. Fans Inter lebih “jemawa” karena kala itu sudah memenangi dua Piala Eropa dan satu Piala Interkontinental.
Dari aspek di luar olahraga, Turin dan Milan adalah kota terbesar di kawasan barat laut Italia, baik secara geografis maupun industri.
Sampai 2005, hanya mereka klub-klub di Italia yang tak pernah terdegradasi dari Serie A. Juve baru terlempar di tahun 2006 karena skandal Calciopoli. Kasus itu semakin memanaskan rivalitas kedua tim, karena satu dari dua gelar yang dicabut dari Juve dioper ke Inter.

2. Pertemuan pertama

Pertandingan pertama kedua tim terjadi pada 14 November 1909. Kala itu Juventus meraih kemenangan di kandangnya sendiri dengan skor 2-0.
Pemain asli Turin, Ernesto Borel, menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam Derby d’Italia. Dalam laga perdana itu ia bahkan memborong kedua gol kemenangan Juve. Dua anak laki-lakinya, Aldo Giuseppe dan Felice, kelak juga menjadi pesepakbola dan bermain untuk Bianconeri.

3. Duel ‘panas’ pertama

Pertarungan mereka di musim 1960/1961, di giornata 28, disebut-sebut sebagai penanda “permusuhan nyata” di antara kedua klub (dan suporternya). Awalnya otoritas liga memberi Inter kemenangan gara-gara tifosi Juventus menyerbu ke lapangan, dan laga tak mungkin dilanjutkan.
“Di mana-mana ada orang, bahkan di samping bench (pelatih Inter) Helenio Herrera. Tapi tidak tampak ada bahaya yang nyata,” kenang Aristide Guarnieri dari Inter.
Akan tetapi, setelah terjadi diskusi, keputusan memenangkan Inter tersebut dibatalkan. Laga harus dimainkan kembali. Sebagai bentuk protes, Inter menurunkan tim mudanya.
Digelar pada 10 Juni 1961, Juventus menyikat tamu sekaligus rivalnya itu dengan 9-1, dan menjadi rekor skor terbesar dalam sejarah Derby d’Italia. Kemenangan mencolok itu bermakna penting buat Juve karena di akhir musim keluar sebagai juara.
Dua musim berikutnya Inter melakukan pembalasan. Mereka mengalahkan Juve di kandang maupun tandang, dan merebut gelar scudetto.

4. Sensasi Omar Sivori

Ketika Juventus mencukur (tim cadangan) Inter dengan skor 9-1, pada 10 Juni 1961 di Stadio Communale, Turin, Omar Sivori menjadi bintang “Si Zebra” dengan mencetak enam gol. Tidak ada pemain lain sebelum dan sesudah dia yang bisa memborong gol sebanyak itu dalam sejarah Derby d’Italia.
Pemain legendaris asal Argentina itu menyelesaikan musim itu dengan 25 gol, hanya kalah dua dari pemain Sampdoria, Sergio Brighenti, yang menyabet gelar top skorer.
Penampilan gemilang Sivori di Juventus musim itu membuahkan pula penghargaan prestisius buat dirinya. Di akhir tahun ia didapuk sebagai pemain terbaik Eropa, meraih Ballon d’Or, mengalahkan pemain termahal Inter kala itu, Luis Suarez, yang hanya berada di peringkat dua — setelah di tahun lalu memenanginya saat masih membela Barcelona.

5. Rekor gol-gol

Rekor gol terbanyak dalam satu laga Derby d’Italia adalah 10, yang tercipta pada 10 Juni 1960. Pada laga di kandang Juventus itu tuan rumah menang 9-1. Ada lima partai lain yang menghasilkan sedikitnya tujuh gol, yaitu:
* Juventus 7-2 Inter, 14 Desember 1913
* Juventus 6-2 Inter, 17 Januari 1932
* Inter 2-6 Juventus, 19 Juni 1975 (Coppa Italia)
* Inter 6-1 Juventus, 26 November 1911
* Inter 6-1 Juventus, 4 Januari 1913

6. Catatan Giuseppe Meazza sampai Zlatan Ibrahimovic

Giuseppe Meazza total mencetak 12 gol dalam Derby d’Italia. Ia mencetak dua gol untuk Inter saat menang 3-1 di musim 1928/1929, dan membuat hat-trick kalah timnya unggul 4-0 di musim 1935/1936. Di musim satu-satunya Meazza memperkuat Juventus (1942/1943), ia membobol gawang Inter saat Bianconeri menang 4-2 di Milan, dan sewaktu kalah 1-3 di Turin.
Ermanno Aebi adalah pemain Inter yang pernah mencetak gol terbanyak dalam satu laga Derby d’Italia. Gelandang blasteran Italia-Swiss itu empat kali menjebol gawang Juventus ketika timnya menang telak 6-1 pada November 1911.
Roberto Boninsegna adalah salah satu pemain yang pernah mencetak untuk Juventus maupun Inter dalam Derby d’Italia. Torehan totalnya adalah 12 gol – termasuk sebuah hat-trick (untuk Juve).
Dalam kariernya, Boninsegna pernah tujuh tahun membela Inter, lalu tiga musim memperkuat Juve. Ketika dijual Inter ke Juve di tahun 1976, kabarnya ia marah dan menyemprot presidennya dengan kalimat: “”Kamu saja yang ke Juve!”
Zlatan Ibrahimovic pernah mencetak dua gol ke gawang Inter saat berbaju Juventus. Tapi selama menjadi pemain Nerazzurri ia tak pernah bisa menjebol gawang La Vecchia Signora.
Saat artikel ini diturunkan, Ibrahimovic adalah pemain terakhir yang pernah memperkuat Juve dan Inter, dan mencetak gol di sebuah Derby d’Italia. Sebelum dia ada Christian Vieri dan Roberto Baggio.